Amal yang Paling Baik (Tafsir Surat Al Mulk Ayat 2)

 الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.[TQS Al Mulk (67) : 2]

Continue reading Amal yang Paling Baik (Tafsir Surat Al Mulk Ayat 2)

Definisi dan Hukum Ghibah (Menggunjing)

Ghibah adalah menceritakan saudara kita dengan sesuatu yang tidak disukainya. Ghibah termasuk perbuatan haram.  Keharaman ghibah ditetapkan berdasarkan Al-Quran dan Sunnah.  Di dalam Al-Quran, Allah swt berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing (ghibah) sebagian yang lain.   Sukakah,  salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya sendiri yang telah mati?  Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.  Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”[al-Hujurat:12] Continue reading Definisi dan Hukum Ghibah (Menggunjing)

Kewajiban dan Urgensi Dakwah

Kewajiban Dakwah

           Pada dasarnya, setiap Muslim dan Muslimat diwajibkan untuk mendakwahkan Islam kepada orang lain, baik Muslim maupun Non Muslim sekadar dengan kemampuannya.   Ketentuan semacam ini didasarkan pada firman Allah swt:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

           “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.[al-Nahl:125]

Continue reading Kewajiban dan Urgensi Dakwah

Jangan Ikuti Langkah Syaithan

Ikhwani fiddin a’azzaniyallahu waiyyakum,

Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ketakwaan. Dengan begitu, kita akan semakin mampu berpegang teguh dengan agama-Nya. Sehingga kita akan mendapatkan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat kelak.

Melalui mimbar yang mulia ini, marilah kita senantiasa mengikatkan seluruh aktivitas kita dengan perintah dan larangan Allah SWT. Itulah bukti nyata hamba Allah yang bertakwa.

Continue reading Jangan Ikuti Langkah Syaithan

Niat Ikhlash karena Allah

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ عَلْقَمَةَ بْنَ وَقَّاصٍ اللَّيْثِيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى الْمِنْبَرِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

‘Alqamah bin Waqqash al-Laitsiy berkata, “Saya mendengar ‘Umar bin Khaththab berkata di atas mimbar, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya semua perbuatan itu tergantung dari niatnya; dan setiap orang akan mendapatkan balasan sekadar dengan apa yang ia niatkan.  Siapa saja yang hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya, atau karena wanita yang hendak dinikahinya; sesungguhnya hijrahnya itu tergantung dari apa yang ditujunya.”[HR. Bukhari dan Muslim] Continue reading Niat Ikhlash karena Allah

Ke-zuhud-an Nabi Muhammad SAW

Sebagian ulama menyatakan, kezuhudan merupakan refleksi dari kesabaran.  Pasalnya, kesabaran adalah habs al-nafs ’an al-syai’ (menahan diri dari sesuatu).  Sesuatu yang ditahan di sini bisa rasa takut, godaan, kepandaian, banyak harta, dan lain sebagainya.  Jika seseorang mampu menahan dirinya dari rasa takut, maka ia termasuk orang yang sabar dari ketakutan.   Bila seseorang bisa menahan diri dari pamer (riya’), walaupun ia memiliki ilmu dan harta yang melimpah; sesungguhnya, ia termasuk orang-orang yang sabar dari sikap pamer (tawadlu’).  Seandainya seseorang bisa menahan diri untuk tidak menghambur-hamburkan hartanya, meskipun ia sanggup melakukan itu, niscaya ia termasuk orang-orang yang sabar dari penghamburan harta. Orang semacam ini disebut zuhud; yakni orang yang mampu menahan diri untuk tidak menggunakan hartanya di jalan kesesatan dan kemaksiyatan, dan mampu menahan dirinya untuk tidak hidup berlebih-lebihan, walaupun ia berhak dan mampu melakukan hal itu. Continue reading Ke-zuhud-an Nabi Muhammad SAW

Takabur dan Ujub

Nabiyullah Muhammad saw melarang umatnya berlaku ujub dan takabur.  Imam Muslim telah meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Mas’ud ra., ia berkata; Rasulullah saw. bersabda:

«لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ»

Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan, sekalipun hanya sebesar biji sawi. Seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, ada seorang lelaki yang menyukai pakaian yang bagus dan sandal yang bagus (bagaimana orang itu?, penj.).” Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan Allah mencintai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan menyepelekan manusia.” Continue reading Takabur dan Ujub

Hukuman Mati bagi Kaum Murtad (Keluar dari Islam)

Pada dasarnya, ulama-ulama fikih yang memiliki kredibilitas ilmu dan ketaqwaan telah sepakat, bahwa hukuman bagi orang yang murtad dari Islam dan tidak mau bertaubat, adalah hukuman mati.   Pasalnya, hadits-hadits yang menetapkan vonis ini sangat banyak dan derajatnya shahih.  Imam-imam hadits, semisal Imam Bukhari, Muslim, Turmudziy, Abu Dawud, dan sebagainya telah meriwayatkan hadits-hadits tersebut dengan berbagai macam bentuk redaksi dengan makna yang sama. Ulama-ulama fikih ternama semacam Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’iy, Imam Ahmad bin Hanbal, dan lain sebagainya telah memasukkan hadits-hadits tersebut di dalam kitab-kitab fikih mereka; dan mereka juga menetapkan hukuman mati bagi kaum murtad.

Di dalam Shahih Bukhari,  Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari ‘Ikrimah ra bahwasanya ia berkata, “

أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَرَّقَ قَوْمًا فَبَلَغَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَوْ كُنْتُ أَنَا لَمْ أُحَرِّقْهُمْ لِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ وَلَقَتَلْتُهُمْ كَمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

Continue reading Hukuman Mati bagi Kaum Murtad (Keluar dari Islam)