Category Archives: Syariah

Pakaian Syar’iy Wanita di Kehidupan Umum – Khimar dan Jilbab

Pakaian yang telah ditetapkan oleh syariat Islam bagi wanita ketika ia keluar di kehidupan umum adalah khimar dan jilbab. Khimar adalah kain kerudung (penutup kepala) yang diulurkan hingga menutupi dada wanita. Jilbab adalah pakaian luas (baju kurung/Gamis) yang dikenakan di atas pakaian biasa (pakaian sehari-hari), dan ia wajib diulurkan hingga ke bawah kaki. Continue reading Pakaian Syar’iy Wanita di Kehidupan Umum – Khimar dan Jilbab

Kedudukan Non Muslim Dalam Penerapan Syariat Islam

Bila syari’at Islam diterapkan, lalu bagaimana nasib non muslim.  Apakah mereka akan dikebiri hak-hak keberagamaan mereka?  Apakah mereka akan diusir dari negara Islam?  Pertanyaan-pertanyaan semacam ini sering dijadikan dalih untuk menolak penerapan syari’at Islam.  Mereka berdalih, bila syari’at Islam diterapkan, hak-hak minoritas akan dipinggirkan dan dikucilkan.  Bahkan, penerapan hukuman-hukuman pidana Islam akan berdampak pada pelanggaran HAM.  Untuk menjawab keraguan ini, kami akan paparkan kedudukan non muslim dalam Daulah Khilafah Islamiyyah.

Dalam Daulah Khilafah Islamiyyah, orang non muslim maupun muslim akan mendapatkan perlakuan sesuai dengan ketentuan-ketentuan syara’.   Hak mereka sebagai warga negara dijamin penuh oleh negara Islam. Continue reading Kedudukan Non Muslim Dalam Penerapan Syariat Islam

Tatacara Qunut Nazilah

 TATACARA QUNUT NAZILAH

Oleh KH Hafidz Abdurrahman
(Khadim Ma’had Syaraful Haramain)

Definisi Qunut Nazilah

Lafadz Qunut biasanya digunakan untuk beberapa makna. Yang dimaksud dengan qunut di sini adalah doa di dalam shalat, pada tempat tertentu ketika berdiri (i’tidal). Ibn al-Qayyim berpendapat, “Qunut digunakan untuk menunjukkan makna berdiri, diam, kontinuitas ibadah, doa, membaca tasbih dan khusyu’.” (Ibn al-Qayyim, Zad al-Ma’ad, I/276). Al-Hafidz ibn Hajar dalam kitabnya, Fath al-Bari, menukil penjelasan gurunya, Zainuddin al-‘Iraqi menyatakan, bahwa qunut mempunyai banyak makna, lebih dari sepuluh makna, yaitu doa, khusyu’, ibadah, berdiam lama ketika menjalankannya, shalat, puasa, lama berpuasa dan kontinuitas taat.. (Ibn Hajar, Fath al-Bari, ).

Qunut Nazilah adalah doa pada saat ada peristiwa yang menimpa kaum Muslim, dengan tujuan untuk menyingkirkan atau melenyapkan penganiayaan musuh, menyingkirkan bala’ (bencana), dan sebagainya. Imam an-Nawawi, dalam Syarah Shahih Muslim menyatakan, “Yang benar dan paling masyhur adalah, bahwa kalau terjadi sesuatu seperti musuh, epidemi, kelaparan dan bahaya yang nyata menimpa kaum Muslim, dan sejenisnya, maka mereka melakukan qunut pada semua shalat wajib.” (An-Nawawi, Syarah Shahih Muslim, ) Continue reading Tatacara Qunut Nazilah

Hukum Tajassus (Spionase)

HUKUM TAJASSUS (SPIONASE)

DEFINISI DAN FAKTA TAJASSUS

           Tajassus adalah mengorek-ngorek suatu berita.  Secara bahasa bila dikatakan, jassa al-akhbar wa tajassasaha, artinya adalah mengorek-mengorek suatu berita.  Jika seseorang mengorek-ngorek berita, baik berita umum maupun rahasia, maka ia telah melakukan aktivitas tajassus (spionase).  Orang semacam ini disebut jaasus (mata-mata). Suatu aktivitas bisa terkategori tajassus (spionase), jika di dalamnya ada unsur mengorek-ngorek (mencari-cari)  berita.  Sedangkan berita yang dikorek-korek (dicari-cari itu) tidak harus berita rahasia.  Akan tetapi semua berita, baik umum maupun rahasia.  Walhasil, tajassus adalah mencari-cari berita baik yang tertutup, maupun yang jelas.  Continue reading Hukum Tajassus (Spionase)

Hukum Menggadaikan Barang/Jaminan Hutang

       Istilah di dalam bahasa Arab yang memiliki makna sepadan dengan kata ‘gadai’ adalah al-rahn. Secara syar’i, al-rahn berarti harta yang dijadikan sebagai jaminan bagi suatu hutang, untuk dibayarkan kepada orang yang dihutangi apabila tidak dapat melunasi hutangnya (lihat al-Syakhshiyyah al-Islamiyyah II/351).     secara syar’i, praktek al-rahn atau gadai itu diperbolehkan. Continue reading Hukum Menggadaikan Barang/Jaminan Hutang

Hukum Sholat Jum’at Bersamaan Dengan Hari Idul Fitri/Adha

1. Pendahuluan

Seperti kita ketahui, terkadang hari raya Idul Fitri atau Idul Adha jatuh pada hari Jumat. Misalnya saja yang terjadi pada ini, Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1438 H jatuh pada hari Jumat 27 Nopember 2017. Di sinilah mungkin di antara kita ada yang bertanya, apakah sholat Jumat masih diwajibkan pada hari raya? Apakah kalau seseorang sudah sholat Ied berarti boleh tidak sholat Jumat? Tulisan ini berusaha menjawab pertanyaan semacam itu dengan melakukan penelusuran pendapat ulama, dalil-dalilnya, dan pentarjihan (mengambil yang terkuat) dari dalil-dalil tersebut. Continue reading Hukum Sholat Jum’at Bersamaan Dengan Hari Idul Fitri/Adha

Definisi dan Hukum Ghibah (Menggunjing)

Ghibah adalah menceritakan saudara kita dengan sesuatu yang tidak disukainya. Ghibah termasuk perbuatan haram.  Keharaman ghibah ditetapkan berdasarkan Al-Quran dan Sunnah.  Di dalam Al-Quran, Allah swt berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing (ghibah) sebagian yang lain.   Sukakah,  salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya sendiri yang telah mati?  Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.  Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”[al-Hujurat:12] Continue reading Definisi dan Hukum Ghibah (Menggunjing)

Kewajiban dan Urgensi Dakwah

Kewajiban Dakwah

           Pada dasarnya, setiap Muslim dan Muslimat diwajibkan untuk mendakwahkan Islam kepada orang lain, baik Muslim maupun Non Muslim sekadar dengan kemampuannya.   Ketentuan semacam ini didasarkan pada firman Allah swt:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

           “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.[al-Nahl:125]

Continue reading Kewajiban dan Urgensi Dakwah