Category Archives: Syariah

Siapakah Orang Kafir?

SIAPA ORANG KAFIR?
Oleh: KH. Hafidz Abdurrahman

Kata kafir digunakan oleh al-Quran dengan konotasi yang jelas dan khas. Berbeda dengan konteks asal bahasanya. Kata kafir secara harfiah diambil dari kafara-yakfuru-kufr[an]-kafir, yang berarti: jahada-yajhadu-juhud[an]-jahid (menolak). Kata ini digunakan oleh al-Quran dengan konotasi khas, sebagai sebutan dengan konotasi (ism wa musamma)-nya yang berbeda dengan sebutan dan konotasi (ism wa musamma) sebelumnya. Continue reading Siapakah Orang Kafir?

PARFUM BERALKOHOL, NAJISKAH ?

PARFUM BERALKOHOL, NAJISKAH ?

Oleh: Ust KH. M. Shiddiq Al Jawi

Para ulama berbeda pendapat mengenai boleh tidaknya menggunakan parfum beralkohol. Sebagian ulama tidak membolehkan karena menganggap alkohol najis. Sedang sebagian lainnya membolehkan, karena tak menganggapnya najis. Perbedaan pendapat tentang kenajisan alkohol berpangkal pada perbedaan pendapat tentang khamr, apakah ia najis atau tidak. Continue reading PARFUM BERALKOHOL, NAJISKAH ?

Jilbab dan Khimar, Busana Muslimah dalam Kehidupan Umum

JILBAB DAN KHIMAR, BUSANA MUSLIMAH DALAM KEHIDUPAN UMUM

Oleh : KH. M. Shiddiq Al Jawi

1. Pengantar

Banyak kesalahpahaman terhadap Islam di tengah masyarakat. Misalnya saja jilbab. Tak sedikit orang menyangka bahwa yang dimaksud dengan jilbab adalah kerudung. Padahal tidak demikian. Jilbab bukan kerudung. Kerudung dalam Al Qur`an surah An Nuur : 31 disebut dengan istilah khimar (jamaknya : khumur), bukan jilbab. Adapun jilbab yang terdapat dalam surah Al Ahzab : 59, sebenarnya adalah baju longgar yang menutupi seluruh tubuh perempuan dari atas sampai bawah. Continue reading Jilbab dan Khimar, Busana Muslimah dalam Kehidupan Umum

Hukum Royalti Buku dalam Islam

Royalti buku adalah pembayaran yang diberikan oleh penerbit kepada penulis buku berupa persentase tertentu dari harga jual buku dalam periode tertentu. Sebagai contoh, penerbit bersepakat memberi royalti sebesar 10% dari harga jual buku sebesar Rp 30 ribu yang dicetak sebanyak 5.000 eksemplar untuk cetakan pertama. Maka royalti yang diterima penulis buku besarnya adalah 10 % (besaran royalti) dikalikan Rp 30 ribu (harga jual buku) = Rp 3.000,- per eksemplar buku, kemudian dikalikan 5000 eksemplar (jumlah cetak) sehingga hasilnya adalah Rp 15 juta (lima belas juta rupiah). Jumlah ini dikurangi pajak sebesar 15%, sehingga royalti bersih yang diterima penulis sebesar Rp 12.750.000,- (dua belas juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). Continue reading Hukum Royalti Buku dalam Islam

Seputar Terlibat dalam Perayaan Hari Raya Orang Kafir

Syara’ telah menentukan untuk kaum Muslim hari raya yang khusus untuk mereka, yaitu Idul Fitri dan Idul Adhha. An-Nasai telah meriwayatkan dari Anas ra. , ia berkata: Nabi saw tiba di Madinah dan orang-orang Madinah memiliki dua hari yang didalamya mereka bermain-main. Maka Nabi saw bersabda:

«أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى»
“Allah SWT telah mengganti keduanya untuk kalian dengan yang lebih baik dari keduanya: Idul Fitri dan Idul Adhha”. Continue reading Seputar Terlibat dalam Perayaan Hari Raya Orang Kafir

Jaminan Barang dalam Jual beli Kredit

Dalam jual beli kredit (bai’u at-taqsith) penjual boleh mensyaratkan jaminan/agunan (rahn) dari pembeli. (Adnan Sa’duddin, Bai’u At-Taqsith wa Tathbiqatuha al-Mu’ashirah, hal. 187). Namun jaminan ini wajib berupa barang lain, yaitu bukan barang obyek jual beli. Karena menjadikan barang yang dibeli sebagai jaminan (rahn al-mabii’) tidak boleh secara syar’i. Continue reading Jaminan Barang dalam Jual beli Kredit

Hukum Vaksinasi

HUKUM VAKSINASI
Oleh : KH. M. Shiddiq Al Jawi

Vaksinasi adalah proses memasukkan vaksin (bakteri/virus yang telah dilemahkan) ke dalam tubuh manusia dengan tujuan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Vaksinasi dapat disebut juga imunisasi, yaitu proses untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Tetapi imunisasi lebih umum daripada vaksinasi, karena imunisasi dapat juga diperoleh tanpa vaksinasi. Misalnya pemberian ASI oleh seorang ibu kepada bayinya yang dapat membantu meningkatkan kekebalan pada bayi. Jadi vaksinasi itu bagian dari imunisasi, sedang imunisasi belum tentu vaksinasi karena imunisasi banyak macamnya.

Hukum vaksinasi secara syar’i adalah sunnah (mandub/mustahab), karena termasuk dalam aktivitas berobat (at tadaawi) yang hukumnya sunnah asalkan memenuhi memenuhi 2 (dua) syarat, yaitu; pertama, bahan vaksinnya tidak mengandung zat najis seperti enzim babi. Kedua, vaksinasi yang dilakukan tidak menimbulkan bahaya (dharar) bagi orang yang divaksinasi. Continue reading Hukum Vaksinasi