Category Archives: Aqidah

Memahami Bala’, Musibah dan ‘Adzab

Bala’, Secara literal, al-bala’ bermakna al-ikhtibar (ujian).  Istilah bala’ sendiri digunakan untuk menggambarkan ujian yang baik maupun yang buruk. [Imam al-Raziy, Mukhtaar al-Shihaah, hal. 65].  Dalam kitab al-Tibyaan fi Tafsiir Ghariib al-Quran dinyatakan, bahwa bala’ itu memiliki tiga bentuk; ni’mat (kenikmatan), ikhtibaar (cobaan atau ujian), dan makruuh (sesuatu yang dibenci).[Syihaab al-Diin Ahmad, al-Tibyaan fi Tafsiir Ghariib al-Quran, juz 1/85]    Di dalam al-Quran, kata bala’ disebutkan di enam tempat, dengan makna yang berbeda-beda; [2:49; 7:141; 8:17; 14:6; 37:106; 44:33].   Ada yang bermakna cobaan dan ujian yang dibenci manusia. Ada pula yang berarti kemenangan atau kenikmatan (bala’ hasanan). Continue reading Memahami Bala’, Musibah dan ‘Adzab

Konsekuensi Tauhid

 

Tauhid diambil kata dalam bahasa Arab: wahhada yuwahhidu-tawhid[an]; artinya mengesakan atau menunggalkan. Tauhid satu suku kata dengan kata wâhid (satu) atau kata ahad (esa). Dalam ajaran Islam tauhid berarti keyakinan akan keesaan Allah SWT. Kalimat tauhid ialah kalimat Lâ ilâha illalLâh yang berarti: Tidak ada Tuhan selain Allah. Demikian sebagaimana ditegaskan oleh  Allah SWT sendiri dalam firman-Nya:

﴿وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ﴾

Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (TQS al-Baqarah [2]: 163). Continue reading Konsekuensi Tauhid

Makna Syahadat Laa Ilaaha illaLlah

Allah SWT berfirman yang terjemahannya:
Katakanlah, “Siapakah Tuhan Pencipta lagit langit yang tujuh dan Pemilik ‘Arsy yang agung?” Mereka akan menjawab, “Kepunyaan Allah.” Katakanlah, “Lalu apakah kalian tidak bertakwa?” Katakanlah, “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu, sedangkan Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya jika kalian tahu?” Mereka akan menjawab, “Kepunyaan Allah.” Katakanlah, “(Kalau demikian), lalu dari jalan manakah kalian ditipu?” Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka dan sungguh mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. (TQS al-Mu’minun [23]: 86-90).

Dari makna ayat ini tergambar pengakuan manusia bahwa Allah SWT adalah Al-Khâliq, Yang menciptakan segala sesuatu dan memiliki kekuasaan atas segala sesuatu, dan ini mengharuskan diri mereka untuk hanya menyembah dan mengabdi kepada Allah SWT semata. Dalam banyak ayat al-Quran Allah SWT telah menegaskan bahwa Dialah satu-satunya Zat Yang layak disembah. Allah SWT, misalnya, berfirman:

﴿وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ لَّا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ﴾

Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (TQS al-Baqarah [2]: 163). Continue reading Makna Syahadat Laa Ilaaha illaLlah

Fase-Fase Kehidupan Manusia

Fase-Fase Kehidupan Manusia

Pada dasarnya, al-Quran dan Sunnah telah menjelaskan fase-fase kehidupan yang dilalui oleh manusia dengan sangat rinci dan jelas.  Fase-fase ini dijelaskan dengan sangat rinci, agar manusia memahami jati dirinya (hakekat diri), visi dan misi hidupnya di dunia, serta ke mana dirinya akan kembali setelah kehidupan dunia.
Continue reading Fase-Fase Kehidupan Manusia