All posts by ekonis

Spesialisasi di Ekonomi Islam

Kafir Harbi, Musta’min dan Ahl Adz-Dzimmah

KAFIR HARBI, MUSTA’MIN, DAN AHL ADZ-DZIMMAH
Oleh: KH. Shiddiq al-Jawi,

Pengantar Redaksi:
Istilah-istilah seperti kafir harbi, musta’min, dan ahl adz-dzimmah adalah termasuk istilah yang kurang dikenal umat Islam saat ini. Sebab, istilah-istilah itu berkaitan dengan hukum-hukum jihad dan Khilafah yang memang sudah jauh dari benak dan pengalaman umat Islam sekarang. Di samping itu, jihad sendiri merupakan salah satu hukum Islam yang paling banyak terdistorsi, misalnya jihad secara salah diartikan sebagai aktivitas yang sungguh-sungguh atau sebagai perang melawan hawa nafsu. Continue reading Kafir Harbi, Musta’min dan Ahl Adz-Dzimmah

Siapakah Orang Kafir?

SIAPA ORANG KAFIR?
Oleh: KH. Hafidz Abdurrahman

Kata kafir digunakan oleh al-Quran dengan konotasi yang jelas dan khas. Berbeda dengan konteks asal bahasanya. Kata kafir secara harfiah diambil dari kafara-yakfuru-kufr[an]-kafir, yang berarti: jahada-yajhadu-juhud[an]-jahid (menolak). Kata ini digunakan oleh al-Quran dengan konotasi khas, sebagai sebutan dengan konotasi (ism wa musamma)-nya yang berbeda dengan sebutan dan konotasi (ism wa musamma) sebelumnya. Continue reading Siapakah Orang Kafir?

PARFUM BERALKOHOL, NAJISKAH ?

PARFUM BERALKOHOL, NAJISKAH ?

Oleh: Ust KH. M. Shiddiq Al Jawi

Para ulama berbeda pendapat mengenai boleh tidaknya menggunakan parfum beralkohol. Sebagian ulama tidak membolehkan karena menganggap alkohol najis. Sedang sebagian lainnya membolehkan, karena tak menganggapnya najis. Perbedaan pendapat tentang kenajisan alkohol berpangkal pada perbedaan pendapat tentang khamr, apakah ia najis atau tidak. Continue reading PARFUM BERALKOHOL, NAJISKAH ?

Jilbab dan Khimar, Busana Muslimah dalam Kehidupan Umum

JILBAB DAN KHIMAR, BUSANA MUSLIMAH DALAM KEHIDUPAN UMUM

Oleh : KH. M. Shiddiq Al Jawi

1. Pengantar

Banyak kesalahpahaman terhadap Islam di tengah masyarakat. Misalnya saja jilbab. Tak sedikit orang menyangka bahwa yang dimaksud dengan jilbab adalah kerudung. Padahal tidak demikian. Jilbab bukan kerudung. Kerudung dalam Al Qur`an surah An Nuur : 31 disebut dengan istilah khimar (jamaknya : khumur), bukan jilbab. Adapun jilbab yang terdapat dalam surah Al Ahzab : 59, sebenarnya adalah baju longgar yang menutupi seluruh tubuh perempuan dari atas sampai bawah. Continue reading Jilbab dan Khimar, Busana Muslimah dalam Kehidupan Umum

Hukum berbohong

Bohong

Bohong, kata Raghib al-Ashfahani, pangkalnya adalah dalam ucapan. Dinamakan bohong karena ucapan seseorang menyelisihi apa yang ada di dalam hatinya (Lihat juga: Al-Asqalani, Fath al-Bâri, 10/623).

Kata Imam an-Nawawi, bohong juga bisa bermakna mengabarkan sesuatu yang menyelisihi kenyataannya (An-Nawawi, Al-Adzkâr, hlm. 326.

Bohong atau dusta termasuk perbuatan tercela. Umat telah sepakat bahwa bohong/dusta itu haram. Banyak dalil atas keharaman berbohong/berdusta ini (An-Nawawi, Al-Adzkâr, hlm. 324). Continue reading Hukum berbohong

Hukum Royalti Buku dalam Islam

Royalti buku adalah pembayaran yang diberikan oleh penerbit kepada penulis buku berupa persentase tertentu dari harga jual buku dalam periode tertentu. Sebagai contoh, penerbit bersepakat memberi royalti sebesar 10% dari harga jual buku sebesar Rp 30 ribu yang dicetak sebanyak 5.000 eksemplar untuk cetakan pertama. Maka royalti yang diterima penulis buku besarnya adalah 10 % (besaran royalti) dikalikan Rp 30 ribu (harga jual buku) = Rp 3.000,- per eksemplar buku, kemudian dikalikan 5000 eksemplar (jumlah cetak) sehingga hasilnya adalah Rp 15 juta (lima belas juta rupiah). Jumlah ini dikurangi pajak sebesar 15%, sehingga royalti bersih yang diterima penulis sebesar Rp 12.750.000,- (dua belas juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). Continue reading Hukum Royalti Buku dalam Islam

Musibah dan Muhasabah

MUSIBAH DAN MUHASABAH

Ustadz Arief B. Iskandar

Ummul Mukminin Aisyah ra. pernah menuturkan, bahwa jika langit mendung, awan menghitam dan angin kencang, wajah Baginda Nabi Muhammad saw.–yang biasanya memancarkan cahaya–akan terlihat pucat-pasi. Sebab takut kepada Allah SWT. Beliau lalu keluar, lalu masuk ke masjid dalam keadaan gelisah seraya berdoa, “Ya Allah…aku berlindung kepada-Mu dari keburukan hujan dan angin ini, dari keburukan apa saja yang dia kandung dan keburukan apa saja yang dia bawa.” Continue reading Musibah dan Muhasabah

Seputar Terlibat dalam Perayaan Hari Raya Orang Kafir

Syara’ telah menentukan untuk kaum Muslim hari raya yang khusus untuk mereka, yaitu Idul Fitri dan Idul Adhha. An-Nasai telah meriwayatkan dari Anas ra. , ia berkata: Nabi saw tiba di Madinah dan orang-orang Madinah memiliki dua hari yang didalamya mereka bermain-main. Maka Nabi saw bersabda:

«أَبْدَلَكُمْ اللَّهُ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى»
“Allah SWT telah mengganti keduanya untuk kalian dengan yang lebih baik dari keduanya: Idul Fitri dan Idul Adhha”. Continue reading Seputar Terlibat dalam Perayaan Hari Raya Orang Kafir