All posts by ekonis

Spesialisasi di Ekonomi Islam

Tafsir Annur 48-50: Ciri Kaum Munafik, Diskriminatif terhadap Hukum Syara’

“Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rasul dengan patuh. Apakah (ketidakdatangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku dzalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang dzalim” (TQS al-Nur [4]: 48-50). Continue reading Tafsir Annur 48-50: Ciri Kaum Munafik, Diskriminatif terhadap Hukum Syara’

Hukum Bersalaman setelah Sholat

Benarkah bersalaman setelah selesai sholat berjama’ah bid’ah yang diharamkan? Adakah fatwa dari ulama mu’tabar mengenai masalah ini?

              Mushafahah (berjabat tangan) seorang Muslim dengan saudara Muslimnya ketika bertemu, hukum asalnya adalah mustahab (sunnah).   Sebab, mushafah bisa memperkuat persatuan dan kecintaan sesama kaum Muslim.    Banyak nash syariat menunjukkan bahwa mushafahah merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh para shahabat, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam ahli hadits yang lain.   Imam Bukhari meriwayatkan hadits dari Qatadah, bahwasanya ia berkata:

قُلْتُ لِأَنَسٍ أَكَانَتِ الْمُصَافَحَةُ فِي أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ

“Saya bertanya kepada Anas ra, apakah jabat tangan dilakukan oleh para shahabat Nabi saw.  Beliau menjawab, “Iya”.[HR. Imam Bukhari] Continue reading Hukum Bersalaman setelah Sholat

Hukum Memendekkan Kumis dan Memanjang Jenggot

Memendekkan Kumis

Ketentuan memendekkan kumis terdapat di dalam hadits-hadits berikut ini:

Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi saw, bahwasanya beliau saw bersabda:

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ وَفِّرُوا اللِّحَى وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ

“Selisihilah orang-orang Musyrik, panjangkanlah jenggot dan cukurlah kumis”. [HR Imam Bukhari.  Imam Muslim meriwayatkannya dengan lafadz:

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى

“Selisihilah orang-orang Musyrik, cukurlah kumis, dan biarkanlah jenggot”. [HR. Imam Muslim] Continue reading Hukum Memendekkan Kumis dan Memanjang Jenggot

Gerhana Tanda Kekuasaan Allah, Istiqomahlah di Jalan Allah

Gerhana Bulan adalah  fenomena alam yang jarang terjadi.  Bagi orang-orang yang beriman, ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan kepada manusia.  Allah tunjukkan bagaimana makhluk Allah yang bernama bulan berjalan pada orbitnya, tak pernah mengingkari ketetapan Allah SWT, tunduk dan patuh kepada-Nya.

وَالۡقَمَرَ قَدَّرۡنٰهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَالۡعُرۡجُوۡنِ الۡقَدِيۡم

لَا الشَّمۡسُ يَنۡۢبَغِىۡ لَهَاۤ اَنۡ تُدۡرِكَ الۡقَمَرَ وَلَا الَّيۡلُ سَابِقُ النَّهَارِ‌ؕ وَكُلٌّ فِىۡ فَلَكٍ يَّسۡبَحُوۡنَ‏

“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai tandan yang tua. Tidaklah mugkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS.Yaa-Siin: 37-40). Continue reading Gerhana Tanda Kekuasaan Allah, Istiqomahlah di Jalan Allah

Dasar-Dasar Tauhid: Mengenal Allah

Definisi dan Urgensi Makrifat

          Salah satu unsur terpenting dari keimanan adalah makrifat (mengenal) terhadap semua hal yang berkaitan dengan aqidah (keimanan).  Misalnya, makrifat kepada Allah, Rasulullah saw, malaikat, Nabi dan Rasul, hari akhir, qadla qadar, dan lain sebagainya.

          Secara bahasa, makrifat bermakna mengenal dan mengetahui (‘ilm).  Namun, yang dimaksud dengan makrifat dalam konteks pembahasan ‘aqidah adalah pembenaran (tashdiq) yang bersifat pasti terhadap suatu perkara. Continue reading Dasar-Dasar Tauhid: Mengenal Allah

Hukum Islam Hoax (Bohong)

“Sungguh kebohongan itu mengantarkan pada kejahatan dan kejahatan itu mengantarkan ke neraka. Sungguh seorang laki-laki benar-benar berbohong sampai dia ditulis di sisi Allah sebagai pembogong” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Ahli Komunikasi dari Universitas Indonesia (UI), Profesor Muhammad Alwi Dahlan, menjelaskan bahwa hoax merupakan kabar bohong yang sudah direncanakan oleh penyebarnya. “Hoax merupakan manipulasi berita yang sengaja dilakukan dan bertujuan untuk memberikan pengakuan atau pemahaman yang salah,” ujar Alwi. Dia menjelaskan ada perbedaan antara hoax atau berita bohong biasa karena hoax direncanakan sebelumnya. “Berbeda antara hoax dan berita karena orang salah kutip. Pada hoax ada penyelewengan fakta sehingga menjadi menarik perhatian masyarakat.” Alwi menjelaskan bahwa hoax sengaja disebarkan untuk mengarahkan orang ke arah yang tidak benar. Continue reading Hukum Islam Hoax (Bohong)

Syahid dan Hukumnya

Definisi Syahid

          Di dalam kamus Mukhtaar al-Shihaah, Imam al-Raziy menyatakan, bahwa al-syahiid  bermakna al-qatiil fi sabilillah (orang yang gugur di jalan Allah).[1]  Al-Barkatiy, di dalam Qawa’id al-Fiqhiyyah menyatakan, “al-Syahadah kadang-kadang merupakan sebutan dari al-Syahiid; yakni al-qathlu fi sabilillah (gugur di jalan Allah).”[2] Continue reading Syahid dan Hukumnya

Tafsir Surat Al Falaq

“Adapun perkara-perkara yang berkaitan dengan cabang-cabang fikih, maka perbuatan sihir (menyihir) adalah haram; dan termasuk dosa besar menurut ijma’ (kesepakatan). Telah dijelaskan sebelumnya dalam Kitab al-Iman, bahwasanya Rasulullah saw menghitung sihir termasuk dalam 7 perkara yang membinasakan. [Imam Abu Zakariya an-Nawawiy asy Syafi’iy rahimahullah ta’ala: [Syarah Shahih Muslim, Juz 14/176]”

 قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (2) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (4) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)

  • Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, (2) dari kejahatan makhlukNya, (3) dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, (4) dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, (5)  dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”.

Muqaddimah

       Surat al-Falaq termasuk surat Makiyah. Di dalamnya ada pengajaran bagi manusia agar memohon perlindungan kepada al-Rahman, dan agar mereka berlindung dengan Keagungan dan KekuasaanNya dari kejahatan semua makhlukNya, dari kejahatan saat malam semakin gelap, dari keburukan orang-orang dengki dan tukang sihir. [Syaikh Ali Ash-Shabuniy, Shafwat al-Tafaasiir, Juz 3/623] Continue reading Tafsir Surat Al Falaq