TEMBUS BATAS RASIONALITAS: PELAJARAN TAK BIASA DARI KELUARGA IBRAHIM

Manusia memang harus menggunakan akalnya. Manusia memang harus berfikir secara logis. Manusia memang harus bertindak untuk merealisasi kemanfaatan. Semua itu memang benar adanya.

Namun, akal dan rasionalitas manusia tetap saja ada batasnya. Ada banyak fenomena yang terkadang melampaui batas-batas rasionalitas manusia, terutama yang berhubungan dengan Sang Maha Pencipta. Continue reading TEMBUS BATAS RASIONALITAS: PELAJARAN TAK BIASA DARI KELUARGA IBRAHIM

Jaminan Barang dalam Jual beli Kredit

Dalam jual beli kredit (bai’u at-taqsith) penjual boleh mensyaratkan jaminan/agunan (rahn) dari pembeli. (Adnan Sa’duddin, Bai’u At-Taqsith wa Tathbiqatuha al-Mu’ashirah, hal. 187). Namun jaminan ini wajib berupa barang lain, yaitu bukan barang obyek jual beli. Karena menjadikan barang yang dibeli sebagai jaminan (rahn al-mabii’) tidak boleh secara syar’i. Continue reading Jaminan Barang dalam Jual beli Kredit

Ulama dan Fitnah Dunia

ULAMA DAN FITNAH DUNIA

Oleh: Arief B. Iskandar

Abdillah bin Sulaiman menuturkan:

Umar bin al-Khaththab ra. pernah bertanya, “Siapakah manusia yang paling utama?”

Orang-orang menjawab, “Mereka yang biasa melakukan shalat.”

Umar berkata, “Sungguh mereka ada yang baik dan ada yang buruk.”

Mereka berkata lagi, “Para mujahid fi sabilillah.”

Umar berkata, “Mereka pun ada yang baik dan ada yang biasa berbuat dosa.”

Mereka berkata lagi, “Mereka yang biasa berpuasa.”

Umar berkata, “Mereka juga ada yang baik dan ada pula yang bermaksiat. Akan tetapi, sungguh yang paling mulia itu adalah orang yang wara dalam beragama, yang menyempurnakan ketaatannya kepada Allah SWT.”
(Ibn Abi ad-Dunya, Al-Wara, I/19)

Tentang wara pula, seorang ulama pernah berkata, “Wara mengantarkan hamba pada sikap zuhud. Zuhud mengantarkan hamba pada cinta kepada Allah SWT (Ibn Abi ad-Dunya, Az-Zuhd, I/288). Continue reading Ulama dan Fitnah Dunia

Hukum Vaksinasi

HUKUM VAKSINASI
Oleh : KH. M. Shiddiq Al Jawi

Vaksinasi adalah proses memasukkan vaksin (bakteri/virus yang telah dilemahkan) ke dalam tubuh manusia dengan tujuan untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Vaksinasi dapat disebut juga imunisasi, yaitu proses untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Tetapi imunisasi lebih umum daripada vaksinasi, karena imunisasi dapat juga diperoleh tanpa vaksinasi. Misalnya pemberian ASI oleh seorang ibu kepada bayinya yang dapat membantu meningkatkan kekebalan pada bayi. Jadi vaksinasi itu bagian dari imunisasi, sedang imunisasi belum tentu vaksinasi karena imunisasi banyak macamnya.

Hukum vaksinasi secara syar’i adalah sunnah (mandub/mustahab), karena termasuk dalam aktivitas berobat (at tadaawi) yang hukumnya sunnah asalkan memenuhi memenuhi 2 (dua) syarat, yaitu; pertama, bahan vaksinnya tidak mengandung zat najis seperti enzim babi. Kedua, vaksinasi yang dilakukan tidak menimbulkan bahaya (dharar) bagi orang yang divaksinasi. Continue reading Hukum Vaksinasi