Hukum Memendekkan Kumis dan Memanjang Jenggot

Memendekkan Kumis

Ketentuan memendekkan kumis terdapat di dalam hadits-hadits berikut ini:

Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi saw, bahwasanya beliau saw bersabda:

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ وَفِّرُوا اللِّحَى وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ

“Selisihilah orang-orang Musyrik, panjangkanlah jenggot dan cukurlah kumis”. [HR Imam Bukhari.  Imam Muslim meriwayatkannya dengan lafadz:

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى

“Selisihilah orang-orang Musyrik, cukurlah kumis, dan biarkanlah jenggot”. [HR. Imam Muslim] Continue reading Hukum Memendekkan Kumis dan Memanjang Jenggot

Gerhana Tanda Kekuasaan Allah, Istiqomahlah di Jalan Allah

Gerhana Bulan adalah  fenomena alam yang jarang terjadi.  Bagi orang-orang yang beriman, ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan kepada manusia.  Allah tunjukkan bagaimana makhluk Allah yang bernama bulan berjalan pada orbitnya, tak pernah mengingkari ketetapan Allah SWT, tunduk dan patuh kepada-Nya.

وَالۡقَمَرَ قَدَّرۡنٰهُ مَنَازِلَ حَتّٰى عَادَ كَالۡعُرۡجُوۡنِ الۡقَدِيۡم

لَا الشَّمۡسُ يَنۡۢبَغِىۡ لَهَاۤ اَنۡ تُدۡرِكَ الۡقَمَرَ وَلَا الَّيۡلُ سَابِقُ النَّهَارِ‌ؕ وَكُلٌّ فِىۡ فَلَكٍ يَّسۡبَحُوۡنَ‏

“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai tandan yang tua. Tidaklah mugkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS.Yaa-Siin: 37-40). Continue reading Gerhana Tanda Kekuasaan Allah, Istiqomahlah di Jalan Allah

Dasar-Dasar Tauhid: Mengenal Allah

Definisi dan Urgensi Makrifat

          Salah satu unsur terpenting dari keimanan adalah makrifat (mengenal) terhadap semua hal yang berkaitan dengan aqidah (keimanan).  Misalnya, makrifat kepada Allah, Rasulullah saw, malaikat, Nabi dan Rasul, hari akhir, qadla qadar, dan lain sebagainya.

          Secara bahasa, makrifat bermakna mengenal dan mengetahui (‘ilm).  Namun, yang dimaksud dengan makrifat dalam konteks pembahasan ‘aqidah adalah pembenaran (tashdiq) yang bersifat pasti terhadap suatu perkara. Continue reading Dasar-Dasar Tauhid: Mengenal Allah

Hukum Islam Hoax (Bohong)

“Sungguh kebohongan itu mengantarkan pada kejahatan dan kejahatan itu mengantarkan ke neraka. Sungguh seorang laki-laki benar-benar berbohong sampai dia ditulis di sisi Allah sebagai pembogong” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Ahli Komunikasi dari Universitas Indonesia (UI), Profesor Muhammad Alwi Dahlan, menjelaskan bahwa hoax merupakan kabar bohong yang sudah direncanakan oleh penyebarnya. “Hoax merupakan manipulasi berita yang sengaja dilakukan dan bertujuan untuk memberikan pengakuan atau pemahaman yang salah,” ujar Alwi. Dia menjelaskan ada perbedaan antara hoax atau berita bohong biasa karena hoax direncanakan sebelumnya. “Berbeda antara hoax dan berita karena orang salah kutip. Pada hoax ada penyelewengan fakta sehingga menjadi menarik perhatian masyarakat.” Alwi menjelaskan bahwa hoax sengaja disebarkan untuk mengarahkan orang ke arah yang tidak benar. Continue reading Hukum Islam Hoax (Bohong)

Syahid dan Hukumnya

Definisi Syahid

          Di dalam kamus Mukhtaar al-Shihaah, Imam al-Raziy menyatakan, bahwa al-syahiid  bermakna al-qatiil fi sabilillah (orang yang gugur di jalan Allah).[1]  Al-Barkatiy, di dalam Qawa’id al-Fiqhiyyah menyatakan, “al-Syahadah kadang-kadang merupakan sebutan dari al-Syahiid; yakni al-qathlu fi sabilillah (gugur di jalan Allah).”[2] Continue reading Syahid dan Hukumnya

Tafsir Surat Al Falaq

“Adapun perkara-perkara yang berkaitan dengan cabang-cabang fikih, maka perbuatan sihir (menyihir) adalah haram; dan termasuk dosa besar menurut ijma’ (kesepakatan). Telah dijelaskan sebelumnya dalam Kitab al-Iman, bahwasanya Rasulullah saw menghitung sihir termasuk dalam 7 perkara yang membinasakan. [Imam Abu Zakariya an-Nawawiy asy Syafi’iy rahimahullah ta’ala: [Syarah Shahih Muslim, Juz 14/176]”

 قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (2) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (4) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)

  • Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, (2) dari kejahatan makhlukNya, (3) dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, (4) dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, (5)  dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”.

Muqaddimah

       Surat al-Falaq termasuk surat Makiyah. Di dalamnya ada pengajaran bagi manusia agar memohon perlindungan kepada al-Rahman, dan agar mereka berlindung dengan Keagungan dan KekuasaanNya dari kejahatan semua makhlukNya, dari kejahatan saat malam semakin gelap, dari keburukan orang-orang dengki dan tukang sihir. [Syaikh Ali Ash-Shabuniy, Shafwat al-Tafaasiir, Juz 3/623] Continue reading Tafsir Surat Al Falaq

Tafsir Surat Al Ahzab 36: Maksiat, Sesat dan Diancam Azab

Pengakuan menjadi Muslim, meniscayakan sejumlah konsekuensi. Di antaranya adalah kewajiban mengikuti semua keputusan Allah Swt dan Rasul-Nya. Tidak boleh memiliki pilihan lain dalam perkara yang telah diputuskan-Nya. Sengaja memilih pilihan lain, berarti telah berbuat durhaka terhadap keduanya.
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata (TQS al-Ahzab [33]: 36).

Continue reading Tafsir Surat Al Ahzab 36: Maksiat, Sesat dan Diancam Azab

Tazayyun (Berhias) dan Tabarruj

Kebolehan Tazayyun (Berhias)

        Salah satu fithrah yang dianugerahkan Allah kepada manusia adalah kecenderungan untuk menyukai keindahan, kebersihan, dan kerapian.  Kecenderungan-kecenderungan ini merupakan sifat-sifat yang tidak mungkin dihapuskan dari diri manusia.   Oleh karena itu, Islam telah mensyariatkan sejumlah hukum yang berhubungan dengan fithrah-fithrah tersebut.  Misalnya, Islam telah mewajibkan mandi bagi orang yang berhadats besar, dan wudlu’ bagi orang yang berhadats kecil. Islam juga mewajibkan kaum Muslim untuk membersihkan najis yang mengenai badan, pakaian, dan tempat tinggalnya.  Lebih dari itu, Islam juga mengatur hukum-hukum yang berkaitan dengan menghias diri, memakai wewangian, berbusana, dan lain sebagainya. Continue reading Tazayyun (Berhias) dan Tabarruj