Hukuman Mati bagi Kaum Murtad (Keluar dari Islam)

Pada dasarnya, ulama-ulama fikih yang memiliki kredibilitas ilmu dan ketaqwaan telah sepakat, bahwa hukuman bagi orang yang murtad dari Islam dan tidak mau bertaubat, adalah hukuman mati.   Pasalnya, hadits-hadits yang menetapkan vonis ini sangat banyak dan derajatnya shahih.  Imam-imam hadits, semisal Imam Bukhari, Muslim, Turmudziy, Abu Dawud, dan sebagainya telah meriwayatkan hadits-hadits tersebut dengan berbagai macam bentuk redaksi dengan makna yang sama. Ulama-ulama fikih ternama semacam Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’iy, Imam Ahmad bin Hanbal, dan lain sebagainya telah memasukkan hadits-hadits tersebut di dalam kitab-kitab fikih mereka; dan mereka juga menetapkan hukuman mati bagi kaum murtad.

Di dalam Shahih Bukhari,  Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari ‘Ikrimah ra bahwasanya ia berkata, “

أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَرَّقَ قَوْمًا فَبَلَغَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَوْ كُنْتُ أَنَا لَمْ أُحَرِّقْهُمْ لِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ وَلَقَتَلْتُهُمْ كَمَا قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

Sesungguhnya ‘Ali bin Abi Thalib telah menghukum mati suatu kaum dengan cara dibakar api.  Hal itu disampaikan kepada Ibnu ‘Abbas ra; lalu ia (Ibnu ‘Abbas) berkata,” Jika saya (yang menghukum), niscaya saya tidak akan membakarnya.  Sebab, Nabi saw bersabda, “Janganlah kalian menghukum dengan hukumannya Allah (hukuman baker).  Dan aku (Ibnu ‘Abbas) akan menghukum mereka dengan hukuman mati (bunuh), sebagaimana sabda Nabi saw, “Siapa saja mengganti agamanya, maka bunuhlah ia”.[HR. Imam Bukhari, Shahih Bukhari hadits no.2794]

Imam Bukhari juga meriwayatkan hadits ini dari jalan lain, yakni dari Abu Nu’man Mohammad bin al-Fadlal, dari ‘Ikrimah.  [Lihat Imam Bukhari, Shahih Bukhari, hadits no.6411].  Bunyi hadits itu adalah sebagai berikut;

 حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ مُحَمَّدُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ أُتِيَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِزَنَادِقَةٍ فَأَحْرَقَهُمْ فَبَلَغَ ذَلِكَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَوْ كُنْتُ أَنَا لَمْ أُحْرِقْهُمْ لِنَهْيِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ وَلَقَتَلْتُهُمْ لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

“Telah meriwayatkan kepada kami, Abu Nu’man Mohammad bin al-Fadl; telah meriwayatkan kepada kami Hammaad bin Zaid dari Ayyub, dari ‘Ikrimah, bahwasanya ia berkata, “Ali bin Abi Thalib diserahi orang-orang zindiq, lalu ia membakar mereka.  Hal ini disampaikan kepada Ibnu ‘Abbas.  Ia pun berkata, “Jika saya, saya tidak akan membakar mereka, berdasarkan larangan Rasulullah saw, “Janganlah kalian menghukum dengan hukuman Allah; dan aku akan membunuh mereka berdasarkan sabda Rasulullah, “Siapa saja mengganti agamanya, maka bunuhlah ia”.[HR. Imam Bukhari]

Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang menuturkan hukuman mati bagi orang yang murtad dari Islam.

(وأخبرنا) أبو عبد الله الحافظ ثنا أبو عبد الله محمد بن يعقوب ثنا يحيى بن محمد بن يحيى ثنا احمد بن حنبل ثنا عبد الرحمن بن مهدى عن سفيان عن الاعمش عن عبد الله بن مرة عن مسروق عن عبد الله قال قام فينا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال والذى لا اله غيره لا يحل دم رجل مسلم يشهد أن لا اله الا الله وانى رسول الله الا ثلاثة نفر التارك الاسلام المفارق للجماعة أو الجماعة والثيب الزانى والنفس بالنفس – قال الاعمش فحدثت به ابراهيم فحدثني عن الاسود عن عائشة بمثله – رواه مسلم في الصحيح عن احمد بن حنبل –

Telah mengabarkan kepada kami, Abu ‘Abdullah al-Hafidz, telah meriwayatkan kepada kami, Abu ‘Abdullah Mohammad bin Ya’quub; telah meriwayatkan kepada kami Yahya bin Mohammad bin Yahya, dan telah meriwayatkan kepada kami Ahmad bin Hanbal; telah meriwayatkan kepada kami ‘Abdurrahman bin Mahdiy dari Sofyan dari al-A’masy dari ‘Abdullah bin Marrah dari Masruuq dari ‘Abdullah; bahwasanya ia berkata, “Rasulullah saw sedang berdiri bersama kami; lalu, beliau saw bersabda, “Demi Dzat Yang Tidak ada Sesembahan selain Dia, tidak halal darah seorang Muslim yang mengucapkan tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah, dan aku adalah uturan Allah, kecuali tiga orang; orang yang murtad dari Islam dan memecah belah jama’ah; seseorang yang telah bersuami atau beristeri yang melakukan zina, dan orang yang membunuh jiwa”.[HR. Imam Muslim dari Ahmad bin Hanbal]

Imam Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud juga menuturkan hadits-hadits tentang hukuman mati bagi orang yang murtad.

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ عَنْ عِكْرِمَةَ أَنَّ عَلِيًّا عَلَيْهِ السَّلَام أَحْرَقَ نَاسًا ارْتَدُّوا عَنْ الْإِسْلَامِ فَبَلَغَ ذَلِكَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَمْ أَكُنْ لِأُحْرِقَهُمْ بِالنَّارِ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ وَكُنْتُ قَاتِلَهُمْ بِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ فَبَلَغَ ذَلِكَ عَلِيًّا عَلَيْهِ السَّلَام فَقَالَ وَيْحَ ابْنِ عَبَّاسٍ

“Telah meriwayatkan kepada kami, Ahmad bin Hanbal; telah meriwayatkan kepada kami, Ismail bin Ibrahim; telah mengabarkan kepada kami Ayyub, dari ‘Ikrimah, bahwasanya Ali ra telah membakar orang-orang yang murtad dari Islam.  Hal ini disampaikan kepada Ibnu ‘Abbas ra, maka ia berkata, “Saya tidak akan membakar mereka dengan api.  Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian menghukum dengan hukuman Allah”.  Saya akan membunuh mereka berdasarkan sabda Rasulullah saw.  Sesungguhnya Nabi saw bersabda, “Siapa saja yang murtad dari agamanya bunuhlah dia”.  Hal ini disampaikan kepada ‘Ali bin Abi Thalib, dan beliau pun berkata, “Celakalah Ibnu ‘Abbas“.[HR. Imam Abu Dawud]

Imam Turmudziy juga meriwayatkan hadits hadits senada;

 حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عِكْرِمَةَ أَنَّ عَلِيًّا حَرَّقَ قَوْمًا ارْتَدُّوا عَنْ الْإِسْلَامِ فَبَلَغَ ذَلِكَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَوْ كُنْتُ أَنَا لَقَتَلْتُهُمْ لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ وَلَمْ أَكُنْ لِأُحَرِّقَهُمْ لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ فَبَلَغَ ذَلِكَ عَلِيًّا فَقَالَ صَدَقَ ابْنُ عَبَّاسٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ حَسَنٌ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ فِي الْمُرْتَدِّ وَاخْتَلَفُوا فِي الْمَرْأَةِ إِذَا ارْتَدَّتْ عَنْ الْإِسْلَامِ فَقَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ تُقْتَلُ وَهُوَ قَوْلُ الْأَوْزَاعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَقَ وَقَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ تُحْبَسُ وَلَا تُقْتَلُ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَغَيْرِهِ مِنْ أَهْلِ الْكُوفَةِ

Telah meriwayatkan kepada kami, Ahmad bin ‘Abdah al-Dlabbiy al-Bashriy; telah meriwayatkan kepada kami, ‘Abdu al-Wahhaab al-Tsaqafiy; telah meriwayatkan kepada kami Ayyub, dari Ikrimah, bahwasanya Ali telah membakar suatu kaum yang murtad dari Islam.  Hal ini disampaikan kepada Ibnu ‘Abbas ra.  Beliau berkata, “Jika saya, saya akan membunuhnya berdasarkan sabda Rasulullah saw, “Siapa saja murtad dari agamanya maka bunuhlah dia”.  Dan saya (Ibnu ‘Abbas) tidak akan membakarnya berdasarkan sabda Rasulullah saw, “Janganlah kalian menghukum dengan hukuman Allah.  Hal ini disampaikan kepada ‘Ali, dan ia berkata, “Benarlah Ibnu ‘Abbas”.  Menurut Abu ‘Isa (Imam Turmudziy) hadits ini shahih hasan.  Hadits ini diamalkan oleh para ulama dalam kasus orang yang murtad dari Islam.  Hanya saja, mereka berbeda pendapat mengenai sanksi bagi wanita yang murtad dari Islam.  Sebagian ulama berpendapat bahwa wanita yang murtad wajib dibunuh.  Ini adalah pendapat al-Auza’iy, Ahmad, dan Ishaq.  Sedangkan ulama lain berpendapat wanita murtad harus dipenjara dan tidak dibunuh.  Ini adalah pendapat Sofyan al-Tsauriy dan ulama-ulama dari Kufah.

Imam An Nasaaiy menuturkan;

 أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عِكْرِمَةَ قَالَ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

“Telah mengabarkan kepada kami ‘Imran bin Musa; ia berkata; telah mengabarkan kepada kami ‘Abdu al-Waarits; telah mengabarkan kepada kami Ayyub, dari ‘Ikrimah;bahwasanya ia berkata, “Ibnu ‘Abbas ra berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang murtad dari agama Islam, maka bunuhlah ia”.[HR. Imam An Nasaaiy]

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عِكْرِمَةَ أَنَّ نَاسًا ارْتَدُّوا عَنْ الْإِسْلَامِ فَحَرَّقَهُمْ عَلِيٌّ بِالنَّارِ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ لَوْ كُنْتُ أَنَا لَمْ أُحَرِّقْهُمْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ أَحَدًا وَلَوْ كُنْتُ أَنَا لَقَتَلْتُهُمْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

“Telah mengabarkan kepada kami; Mohammad bin ‘Abdullah bin al-Mubaarak; ia berkata; telah meriwayatkan kepada kami, Ayyub bin Hisyam; ia berkata telah meriwayatkan kepada kami Wuhaib; ia berkata; telah meriwayatkan kepada kami Ayyub dari ‘Ikrimah, bahwasanya ada sekelompok orang murtad dari Islam.  Ali pun membakar mereka dengan api.  Ibnu ‘Abbas ra berkata, “Jika saya, saya tidak akan membakar mereka dengan api.  Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian menghukum seseorang dengan hukuman Allah.  Sekiranya aku, maka aku akan membunuhnya.  Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang murtad dari agama Islam, maka bunuhlah ia”.[HR. Imam An Nasaaiy]

 أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

“Telah mengabarkan kepada kami, Mahmud bin Ghailan, ia berkata; telah mengabarkan kepada kami Mohammad bin Bakr, ia berkata, telah menuturkan kepada kami Ibnu Juraij; ia berkata telah menuturkan kepada kami Ismail, dari Ma’mar dari Ayyub dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas ra, bahwasanya ia berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang murtad dari agama Islam, bunuhlah ia”.[HR. Imam An Nasaaiy]

 أَخْبَرَنِي هِلَالُ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زُرَارَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ الْعَوَّامِ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

Telah mengabarkan kepada kami Hilal bin al-‘Ilal, ia berkata; telah meriwayatkan kepada kami, Ismail bin ‘Abdillah bin Zurarah; ia berkata; telah meriwayatkan kepada kami, ‘Abbad bin al-‘Awwam, ia berkata; telah meriwayatkan kepada kami Sa’iid dari Qatadah, dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, bahwasanya ia berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang murtad dari agama Islam, maka bunuhlah ia”.[HR. Imam An Nasaaiy]

 أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بِشْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَهَذَا أَوْلَى بِالصَّوَابِ مِنْ حَدِيثِ عَبَّادٍ

Telah mengabarkan kepada kami Musa bin ‘Abd al-Rahman, ia berkata; telah meriwayatkan kepada kami Mohammad bin Bisyr, ia berkata; telah meriwayatkan kepada kami Sa’id dari Qatadah, dari al-Hasan, bahwasanya ia berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang murtad dari agamanya (Islam) maka bunuhlah ia”.  Abu ‘Abd al-Rahman berkata, “Hadits ini lebih utama kebenarannya dari haditsnya ‘Abbad”.

 أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ عِيسَى عَنْ عَبْدِ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

“Telah mengabarkan kepada kami, al-Husain bin ‘Isa, dari ‘Abd al-Shamad, ia berkata; telah meriwayatkan kepada kami Hisyam dari Qatadah dari Anas, bahwasanya Ibnu ‘Abbas berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang murtad dariu agamanya, maka bunuhlah ia”.[HR. Imam An Nasaaiy]

Imam Ibnu Majah juga meriwayatkan riwayat tentang hukuman mati bagi orang yang murtad dari Islam, sebagai berikut;

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

Telah meriwayatkan kepada kami, Mohammad bin al-Shabbaah: telah mengabarkan kepada kami Shofyan bin ‘Uyainah dari Ayyub dari ‘Ikrimah, dari Ibnu ‘Abbas bahwasanya ia berkata, “Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang murtad dari agamanya (Islam), bunuhlah ia”.[HR. Ibnu Majah]

Imam Ahmad juga meriwayatkan hadits-hadits tentang hukuman mati bagi orang yang murtad.

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عِكْرِمَةَ أَنَّ عَلِيًّا حَرَّقَ نَاسًا ارْتَدُّوا عَنْ الْإِسْلَامِ فَبَلَغَ ذَلِكَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَمْ أَكُنْ لِأُحَرِّقَهُمْ بِالنَّارِ وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ وَكُنْتُ قَاتِلَهُمْ لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ فَبَلَغَ ذَلِكَ عَلِيًّا كَرَّمَ اللَّهُ وَجْهَهُ فَقَالَ وَيْحَ ابْنِ أُمِّ ابْنِ عَبَّاسٍ

Telah meriwayatkan kepada kami, Ismail; telah meriwayatkan kepada kami Ayyub dari ‘Ikrimah, bahwasanya Ali telah membakar orang-orang yang murtad dari Islam.  Hal itu kemudian disampaikan kepada Ibnu ‘Abbas, dan ia berkata, “Saya tidak akan membakar mereka dengan api, karena Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian menghukum dengan hukuman Allah.  Dan saya akan membunuh mereka, berdasarkan sabda Rasulullah saw, “Siapa saja murtad dari agama Islam, maka bunuhlah ia.  Hal ini disampaikan kepada ‘Ali ra, dan Ali ra berkata, “Celakalah anak ibunya Ibnu ‘Abbas”.[HR. Imam Ahmad]

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عِكْرِمَةَ أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أُتِيَ بِقَوْمٍ مِنْ هَؤُلَاءِ الزَّنَادِقَةِ وَمَعَهُمْ كُتُبٌ فَأَمَرَ بِنَارٍ فَأُجِّجَتْ ثُمَّ أَحْرَقَهُمْ وَكُتُبَهُمْ قَالَ عِكْرِمَةُ فَبَلَغَ ذَلِكَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَوْ كُنْتُ أَنَا لَمْ أُحْرِقْهُمْ لِنَهْيِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَقَتَلْتُهُمْ لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Telah meriwayatkan kepada kami ‘Affan; telah meriwayatkan kepada kami Hammad bin Zaid; telah meriwayatkan kepada kami Ayyub dari ‘Ikrimah, bahwasanya Ali ra diserahi suatu kaum zindiq dan mereka membawa kitab-kitab.  Ali ra memerintahkan untuk menyalakan api, kemudia ia membakar mereka dan kitab-kitab mereka.  Ikrimah menyatakan, hal itu kemudian disampaikan kepada Ibnu ‘Abbas ra.  Ibnu ‘Abbas ra berkata, “Kalau saya, saya tidak akan membakar mereka karena adanya larangan Rasulullah saw.  Dan saya akan membunuh mereka berdasarkan sabda Rasulullah saw, “Siapa saja yang murtad dari Islam, maka bunuhlah ia, dan Rasulullah saw bersabda, “Janganlah menghukum dengan hukuman Allah swt (membakar dengan api)”.[HR. Imam Ahmad]

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عِكْرِمَةَ أَنَّ عَلِيًّا أَخَذَ نَاسًا ارْتَدُّوا عَنْ الْإِسْلَامِ فَحَرَّقَهُمْ بِالنَّارِ فَبَلَغَ ذَلِكَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَوْ كُنْتُ أَنَا لَمْ أُحَرِّقْهُمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُعَذِّبُوا بِعَذَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَحَدًا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دَيْنَهُ فَاقْتُلُوهُ فَبَلَغَ عَلِيًّا مَا قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَقَالَ وَيْحَ ابْنِ أُمِّ ابْنِ عَبَّاسٍ

“Telah meriwayatkan kepada kami, ‘Affan; telah meriwayatkan kepada kami Wuhaib dari Ayyub dari ‘Ikrimah, bahwasanya Ali telah menangkap orang-orang yang murtad dari Islam, kemudian membakar mereka dengan api.  Hal itu disampaikan kepada Ibnu ‘Abbas ra, dan ia berkomentar, “Kalau saya, saya tidak akan membakarnya dengan api.  Sesungguhnya, Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian menghukum dengan hukumannya Allah (membakar dengan api)”. Dan Rasulullah saw juga bersabda, “Siapa saja yang murtad dari agama Islam, maka bunuhlah dia”.  Hal ini disampaikan kepada Ali bin Abi Thalib, dan ia pun berkata, “Celakalah anaknya anak ibu Ibnu ‘Abbas”.[HR. Imam Ahmad]

 حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أُتِيَ بِأُنَاسٍ مِنْ الزُّطِّ يَعْبُدُونَ وَثَنًا فَأَحْرَقَهُمْ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ إِنَّمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ بَدَّلَ دِينَهُ فَاقْتُلُوهُ

“Telah meriwayatkan kepada kami, ‘Abd al-Shamaf; telah meriwayatkan kepada kami Hisyam bin Abiy ‘Abdillah, dari Qatadah dari Anas, bahwasanya Ali ra telah diserahi sekelompok orang dari Zuththiy yang menyembah kepada berhala.  Beliau segera membakar mereka.  Ibnu ‘Abbas ra berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja yang murtad dari agama Islam, maka bunuhlah dia”.[HR. Imam Ahmad]

 حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ الْعَدَوِيِّ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ قَالَ قَدِمَ عَلَى أَبِي مُوسَى مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ بِالْيَمَنِ فَإِذَا رَجُلٌ عِنْدَهُ قَالَ مَا هَذَا قَالَ رَجُلٌ كَانَ يَهُودِيًّا فَأَسْلَمَ ثُمَّ تَهَوَّدَ وَنَحْنُ نُرِيدُهُ عَلَى الْإِسْلَامِ مُنْذُ قَالَ أَحْسَبُهُ شَهْرَيْنِ فَقَالَ وَاللَّهِ لَا أَقْعُدُ حَتَّى تَضْرِبُوا عُنُقَهُ فَضُرِبَتْ عُنُقُهُ فَقَالَ قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَنَّ مَنْ رَجَعَ عَنْ دَيْنِهِ فَاقْتُلُوهُ أَوْ قَالَ مَنْ بَدَّلَ دَيْنَهُ فَاقْتُلُوهُ

Telah meriwayatkan kepada kami; ‘Abd al-Razaq; telah menceritakan kepada kami, Ma’mar dari Ayyub dari Humaid bin Hilal al-‘Adawiy dari Abiy Burdah; ia berkata, “Mu’adz bin Jabal mendatangi Abi Musa di Yaman.  Dan di sisinya ada seorang laki-laki.  Mu’adz bin Jabal berkata, “Apa ini?  Abu Musa berkata, “Ia adalah seorang laki-laki Yahudi, yang telah masuk Islam, namun ia masuk agama Yahudi lagi.  Sedangkan kami ingin agar ia telah dalam Islam.  Sejak ia berkata, ia dipenjara selama dua bulan.  Mu’adz bin Jabal berkata, “Demi Allah, janganlah duduk, sampai kalian memenggal lehernya.  Maka, laki-laki murtad itu pun dipenggal lejerhanya.  Mu’adz bin Jabal berkata, “Allah dan RasulNya telah menetapkan bahwa siapa saja yang murtad dari agama Islam, maka bunuhlah ia, atau ia berkata, “Siapa saja yang murtad dari Islam maka bunuhlah ia”.[HR. Imam Ahmad]

Ibnu Abiy Syaibah dalam Mushannifnya juga menuturkan bab khusus, mengenai hukuman mati bagi orang yang murtad.  Selanjutnya beliau menuturkan sebuah hadits yang dituturkan oleh Imam Bukhari dan Muslim mengenai wajibnya hukuman mati bagi orang murtad dari Masruq, bahwasanya ia berkata;

 قال عبد الله قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يحل دم رجل مسلم يشهد أن لا اله الا الله وانى رسول الله الا احد ثلاثة نفر النفس بالنفس والثيب الزانى والتارك لدينه المفارق للجماعة – اخرجه البخاري ومسلم في الصحيح

“‘Abdullah berkata, “Rasulullah saw bersabda,”Tidak halal darah seorang laki-laki Muslim yang bersaksi tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dan bersaksi bahwa aku adalah utusan Allah, kecuali karena salah satu sebab dari tiga perkara ini; membunuh jiwa, seseorang yang telah bersuami atau beristeri yang melakukan zina, dan orang yang murtad dari agamanya dan memisahkan diri dari jama’ah”.[HR. Imam Bukhari dan Muslim]

 (وأخبرنا) أبو عبد الله الحافظ ثنا أبو عبد الله محمد بن يعقوب ثنا يحيى بن محمد بن يحيى ثنا احمد بن حنبل ثنا عبد الرحمن بن مهدى عن سفيان عن الاعمش عن عبد الله بن مرة عن مسروق عن عبد الله قال قام فينا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال والذى لا اله غيره لا يحل دم رجل مسلم يشهد أن لا اله الا الله وانى رسول الله الا ثلاثة نفر التارك الاسلام المفارق للجماعة أو الجماعة والثيب الزانى والنفس بالنفس – قال الاعمش فحدثت به ابراهيم فحدثني عن الاسود عن عائشة بمثله – رواه مسلم في الصحيح عن احمد بن حنبل –

“Telah mengabarkan kepada kami, Abu ‘Abdullah al-Hafidz, telah meriwayatkan kepada kami, Abu ‘Abdullah Mohammad bin Ya’quub; telah meriwayatkan kepada kami Yahya bin Mohammad bin Yahya, dan telah meriwayatkan kepada kami Ahmad bin Hanbal; telah meriwayatkan kepada kami ‘Abdurrahman bin Mahdiy dari Sofyan dari al-A’masy dari ‘Abdullah bin Marrah dari Masruuq dari ‘Abdullah; bahwasanya ia berkata, “Rasulullah saw sedang berdiri bersama kami; lalu, beliau saw bersabda, “Demi Dzat Yang Tidak ada Sesembahan selain Dia, tidak halal darah seorang Muslim yang mengucapkan tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah, dan aku adalah uturan Allah, kecuali tiga orang; orang yang murtad dari Islam dan memecah belah jama’ah; seseorang yang telah bersuami atau beristeri yang melakukan zina, dan orang yang membunuh jiwa”.[HR. Imam Muslim dari Ahmad bin Hanbal]

Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang senada pengertiannya dengan hadits-hadits di atas.  Walhasil, hukuman mati bagi orang yang murtad dari Islam merupakan hukuman yang didasarkan pada hadits-hadits shahih.

(Fathiy Syamsuddin Ramadhan An Nawiy)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s